RESENSI BUKU SEJARAH ISLAM YANG HILANG
A. Identitas Buku
Judul: Sejarah Islam Yang Hilang
Penulis: Firas Alkhateeb
Alih Bahasa: Mursyid Wijanarko
Penerbit: Bentang Pustaka, 2016
ISBN: 978-602-291-150-0
Jumlah halaman: 309 halaman
B. Sinopsis
Ada beberapa hal dalam sejarah yang banyak orang tidak
tahu, yang dapat dialihkan dari topik lain atau yang dapat dirahasiakan untuk
kepentingan sekelompok orang, misalnya sejarah Islam, ada banyak tokoh ilmiah
Islam yang berpengaruh yang tersembunyi atau tidak disebutkan dalam buku-buku
ilmiah. Dalam buku “Sejarah Islam Yang Hilang” karya Firas Alkhateeb, didalam
buku ini ia mengkaji sejarah Islam yang belum banyak diketahui orang.
Dibuku ini , sang penulis mencoba untuk menceritakan
secara ringkas dan detail sejarah Islam yang hilang, pada bagian pertama dalam
bukunya Alkhateeb mengawali dengan sejarah Arab sebelum Islam yang cukup
singkat, mulai dari menceritakan letak geografis dan kondisi iklim di Semenanjung
Arab yang penuh gunung dan kering. Tetangga Arab yaitu Bangsa Romawi yang
menguasai wilayah Suriah Palestina, lalu di sebelah timur laut ada bangsa Iran,
dan di sebelah selatan ada kerajaan Aksum dari Abyssinia. Ketiga kelompok ini
sering berseteru hingga memicu konflik, namun bangsa Arab tetap aman meski
berada di tengah wilayah konflik tersebut.
Lalu kebiasaan-kebiasaan Suku Arab dikatakan bahwa Islam di Jazirah Arab sangat bersahabat
dan dapat menjamu tamu, memberi makan dan istirahat dirumahnya. Para tamu juga
dijamin penjagaan dan keamanannya sampai tiga hari kemudian dia akan ditanyai
apa yang perlu dia kunjungi. Ternyata budaya ini masih eksis sampai sekarang.
Orang Arab pun tidak peduli tamunya itu seorang Arab juga maupun dari suku
lain. Dalam hal ini, sudah ada sejak lama dan juga diteruskan oleh Nabi.
Bagian kedua juga menceritakan kelahiran nabi terakhir
Muhammad SAW. Dari lahir, jalan hidup, kepribadiannya hingga akhir hayatnya,
dan kemudian memasuki era kekhalifahan Khulafaur Rasyidin .
Berakhirnya era Khulafaur Rasyidin, kekhalifahan yang
memiliki misi untuk memperluas islam terus berlanjut. Ekspansi demi ekspansi
terus dilakukan oleh kekhalifahan Umayyah hingga pada akhirnya beralih ke
kekhalifahan Abassyiah. Dengan begitu, mulailah masa-masa keemasan islam
dibidang intelektual.
Pada abad ke-9 hingga ke-13, Islam mulai berjaya di
era perkembangan ilmu pengetahuan, agama, filsafat, sains dan budaya yang sangat
pesat dan tidak tertandingi oleh sejarah sebelum dan sesudah era tersebut. Budaya
Islam saat ini mencakup banyak budaya, agama, dan tradisi intelektual seperti
Spanyol dan India. Namun dari abad sepuluh hingga tigabelas, dunia Islam hampir
selalu mendapat pergolakan dari berbagai kelompok seperti kelompok Syi'ah yang
merasa bahwa hanya keturunan Ali lah yang boleh memimpin pemerintahan,
lalu ada kelompok islam Ismailiyah yang meyakini
keturunan nabi Ismail bersama dengan kelompok kecilnya yakni Qaramita yang
berhasil menaklukan Suriah. Qaramita juga menyerbu penduduk Makkah dan membunuh
orang yang sedang haji.
Pada 909 M, berdiri khalifah Fatimiyyah didirikan oleh
Ubaidillah (orang Ismailiyah) yang menentang Khalifah Abassiyah. Fatimiyyah
berhasil menaklukan Mesir dan Suni dengan mengirim 100 ribu tentaranya. Namun
pada abad 11-12, Fatimiyyah mulai menurun akibat mulai berkurangnya dukungan
dan akhirnya hancur saat perang salib.
Pada akhir abad 11, terjadi konflik antara Kristen
Eropa dengan Islam terkait wilayah tanah suci. Kerajaan cabang Turki yakni
Kerajaan Seljuk menjadi ancaman untuk kerajaan Byzantium sehingga Byzantium
meminta bantuan dari Urban. Jerusalem adalah kota dibawah
pimpinan Fatimiyyah dan Seljuk. Fatimiyyah terlambat menyadari mengenai ancaman
dari Perang Salib. Pasukan Perang Salib berhasil masuk kota dan merebutnya.
Fatimiyyah kalah dalam peperangan ini. Wilayah Fatimiyyah semakin menyempit
hingga hanya meliputi Mesir saja. Sampai akhirnya Zengi Ad-Din datang untuk
mengalahkan Pasukan Salib dan berhasil mengalahkan Pasukan Salib sedangkan
Mesir yang dikuasai Fatimiyyah ditaklukkan oleh Salahuddin. Fatimiyyah pun
lenyap.
Namun, kota Jerusalem masih dikuasai Pasukan Salib
hingga pada akhirnya 2 Oktober 1187, Salahuddin berhasil merebut Yerusalem
setelah 88 tahun lamanya dikuasai Pasukan Salib.
Pada awal 1200-an, Kerajaan Mongol melakukan ekspansi besar
di daerah Tiongkok Utara. Kerajaan Khawariezmian adalah kerajaan Islam yang berbatasan
dengan Kerajaan Mongol. Pedagang-pedagang dari Mongol yang masuk wilayah
Khawariezmian akan dihukum mati karena dianggap mata-mata. Genghis Khan marah
dan melakukan aksi balas dendamnya dengan mengekspansi kerajaan – kerajaan
Islam sampai ke Timur Tengah. Disinilah awal mula memudarnya peradaban islam.
Kerajaan Khawariezmian hancur, Persia hancur, Baghdad hancur hingga Mesir pun
juga turut disapu bersih. Namun, daerah utara Palestina tidak dapat direbut
Mongol karena pasukan Mongol dapat dikalahkan oleh Kesultanan Mamluk Muda.
Buku ini juga memuat penyebaran islam yang terjadi diberbagai
belahan dunia. Mulai dari Spanyol pada tahun 710-an M muslim sudah masuk ke
daerah semenanjung Iberia. Dimulai penaklukan kota Visogoth lalu muslim
menyebar membentuk pemukiman di Kordoba, Valencia, dan Zaragoza dan suku Arab
maupun Barber banyak yang menikahi penduduk lokal sehingga menciptakan budaya
unik baru yang menggabungkan budaya Arab, Barber, dan Hispanik.
Muslim Arab, Barber, Hispanik menciptakan budaya
Andalusia. Kekuasaan Andalusia dipimpin oleh Abdul Ar-Rahman ad-Dakhil dari
Umayyah. Namun pada abad sebelasan, terjadi perebutan kekuasaan antara Umayyah
dan pendukung umum hingga pada 1009, Sulaiman II menggulingkan Umayyah dari
kekuasaan.
Islam di Spanyol memasuki periode Taifa yakni periode
dimana kerajaan islam di Spanyol terpecah-pecah menjadi banyak dan saling
perang saudara. Ironisnya kerajaan-kerajaan kecil ini meminta bantuan kerajaan
Kristen untuk membantu mengalahkan kerajaan Islam yang lain. Abdullah bin
Yasin, ahli teologi Barber berusaha membawa pemikiran islam tradisional kepada
masyarakat dan terbentuklah Gerakan Murabithun. Ibn Tafsin yang memipin Gerakan
Murabithun berhasil menaklukan Andalusia pada 1090. Muncul pemikiran lain yakni
Muwahiddun yang tersebar di Andalusia dan Afrika Utara. Akhirnya Gerakan
Murabithun bergabung dengan Muwahiddun yang bertujuan membangkitkan Islam di
Andalusia. Akhir abad 12, terjadi kemunduran Islam di Andalusia akibat perang
saudara.
Jatuhnya Gerakan Muwahiddun kini menyisakan Emirat
Granada sebagai kerajaan Islam terakhir di Spanyol. Mereka bisa bertahan karena
mereka terus menerus memberi hadiah atau upah kepada Castilia. Namun pada
akhirnya, pemimpin mereka yakni, Muhammad XII melakukan sumpah setia pada raja
Kristen hingga akhirnya Spanyol berhasil merebut Granada pada tanggal 1 Januari
1492.
Setelah berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol, banyak
orang-orang Islam pindah ke agama Kristen karena alasan harta atau karena ingin
tetap hidup. Fransisco seorang Uskup ditunjuk untuk menangani hal terkait
perpindahan agama dengan cara kejam. Oleh orang-orang Spanyol, orang bekas
muslim disebut Marisco. Pada akhirnya, para Marisco diusir pada masa
pemerintahan Raja Phillip III kecuali anak usia dibawah 4 tahun karena akan
dijadikan sebagai Anak Kristen. Pada akhirnya Marisco pindah ke daerah Timur
Spanyol dan mereka kembali kepada ajaran Islam.
Islam juga menyebar hingga daerah tepian Afrika.
Afrika Barat pada saat itu kedatangan Islam dari pedagang Barber di Afrika
Utara namun penyebarannya terlalu lambat. Kerajaan Mali adalah yang berkuasa
saat itu. Kemajuannya mulai terlihat pada masa pemerintahan Mansa Musa.
Orang-orang Arab,Persia dan Andalusia datang ke Mali bersama Mansa Musa.
Timbuktu adalah pusat keilmuan di Mali yang terletak di perbatasan Gurun Sahara
ditandai dengan munculnya perpustakaan, universitas dan masjid-masjid. Pada
1400-an Kerajaan Songhai mulai menggantikan kekuasaan Kerajaan Mali yang pada
akhirnya menurunnya peradaban Islam. Di Afrika Timur, Islam datang pada 700-800
M dari pedagang Yaman. Islam disebarkan melalui perdagangan. Bahasa asli Afrika
Timur dan Swahili banyak dipengaruhi Bahasa Arab. Menurut Ibnu Batutta
sepanjang pantai Afrika bukan hanya sebagai pusat perdagangan, namun juga pusat
keagamaan.
Kurangnya tenaga kerja oleh koloni Eropa di Amerika,
membuat mereka mendatangkan budak-budak dari Afrika. Sebagian besar budak
beragama Islam. Namun mereka diperlakukan secara kasar, disiksa bahkan sampai
meninggal. Pada 1800-an, hampir tidak ada muslim di Amerika. Namun pada abad
20, ada organisasi bernama The Nation of Islam yang bertujuan memajukan
masyarakat budak kulit hitam di Amerika. Organisasi ini dipimpin oleh Wallace
Ferd Muhammad dan Malcom X yang berusaha mengembalikan pemahaman Islam di
Amerika.
Dalam waktu yang sudah lama, Islam juga sudah masuk ke
Tiongkok pada 750 M setelah Pemerintahan Dinasti Tang mengundang tentara Islam
untuk mengabdi kepada Dinasti. Jumlah pemeluk Islam naik pesat karena adanya
hubungan kesatuan politik dunia Islam dan Tiongkok. Zheng He-Cheng Ho, salah
satu penjelajah terbesar yang mungkin merupakan seorang Muslim Tiongkok dari
Dinasti Ming yang terkenal sampai saat ini. Ia sudah melakukan pelayaran melewati
Asia,Afrika dan Timur Tengah. Ia turut membantu menyebarluaskan Islam dan juga
salah satu bukti bahwa Islam ada di Tiongkok
Di India, ekspedisi Islam pertama dilakukan oleh
Sultan dari Turki sembari menyebarkan kebudayaan Persia. Pada 1192, berdirilah
Dinasti Ghurid di Afghanistan yang berhasil merebut Delhi. Lalu terbentuklah
Kesultanan Delhi yang mempunyai misi mengislamkan India.
Islam menyebar sampai ke Asia Tenggara melalui
Kepulauan Melayu yang menjadi jalur perdagangan dengan India dan Tiongkok.
Karena penyebarannya, banyak raja-raja local terpikat untuk menjadi muslim.
Melalui penguasa muslim, penyebaran Islam dilakukan melalui penyesuaian dengan
budaya-budaya melayu.
Dibuku ini juga dikisahkan mengenai Tiga Kerajaan Besar
Islam, yakni Ottoman, Safavid dan Mughal. Memiliki inti budaya Islam yang sama,
namun terdapat perbedaan dalam hal politik yang bertentangan dan perbedaan
agama yang sangat terlihat.
Bagi dunia Islam mengenai pan-Islam dalam model
politik pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah tidak dapat dan tidak sama
dengan masa kekhalifahan yang dipegang oleh Ottoman. Di masa Ottoman, hukum
Islam menganggap bahwa setiap wilayah memiliki khalifah sendiri. Kegunaan
kerajaan pan-Islam pun melesat ketika ketiga kerajaan mesiu bangkit.
Kemunduran dari tiga kerajaan ini mulai terjadi pada
abad 16 ketika banyak faktor dari politik maupun militer Islam kalah dengan
Barat. Dunia barat yang semakin maju dibidang iptek dan juga munculnya pemikiran-pemikiran
pada akhirnya dapat mengguncang kekuasaan 3 kerajaan besar Islam ini. Begitu
pula dengan militer yang jauh lebih unggul hingga terus mempersempit wilayah
kekuasaan dari 3 kerajaan besar hingga pada akhirnya Ottoman sebagai
kekhalifahan terakhir pun runtuh akibat desakan dari para kaum Turki Muda yang
ingin melakukan reformasi pemerintahan dengan sistem sekulerisme dan
nasionalisme.
Kebangkitan kerajaan Islam tradisional sudah tidak
mungkin terjadi lagi karena sebagian kegagalan disebabkan karena politik Islam
yang mengalami pergeseran ideologi. Banyak negara -negara yang merdeka setelah
perang dunia dan negara-negara ini kini mempunyai kebebasan untuk mengikuti
ideologinya sendiri.
· Kelebihan
dan Kelemahan Buku
Buku yang sangat bagus yang menceritakan sejarah singkat
umat Islam yang selama ini mungkin kurang tereksplor di buku umum. Penyampaian
dilakukan dengan kata-kata sederhana yang mudah dipahami bahkan bagi orang yang
sedang belajar sejarah. Buku ini membahas kebangkitan dunia Islam dari awal
hingga akhir era kejayaan Islam.
Ini adalah buku yang bagus untuk orang-orang yang
jarang mendengar tentang sejarah Islam. Pembaca bisa mendapatkan ide untuk
mengeksplor lebih dalam peristiwa-peristiwa yang tertulis didalam buku.
Dari cara penulisan sang penulis menggunakan Bahasa yang tidak memprovokasi sehingga
membuat pembaca tertarik untuk terus membacanya, namun sayangnya untuk
penjelasan tentang sejarah dibuku ini terlalu acak, kurang berurutan dan terlalu
singkat.
.png)