8. Materi pendudukan Jepang di
Indonesia
·
Sejarah Jepang Masuk Indonesia
Pada tanggal 11 Januari 1942, tentara Jepang dan angkatan lautnya
yang kurang lebih berjumlah 20.000 orang mendarat di pantai timur wilayah
Tarakan, Kalimantan Timur. Begitu tiba di Tarakan, tentara Jepang disambut oleh
tentara Belanda yang sudah menduduki wilayah itu. Belanda yang tidak terima
tentu menyerang tentara Jepang, sehingga terjadilah pertempuran sengit.
Pada tahun yang sama, faksi dari Sumatera menerima bantuan Jepang
untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda di Indonesia.
Singkatnya, pada bulan Maret 1942 pasukan Belanda akhirnya dapat dikalahkan
Jepang.
·
Dampak Positif Kedatangan Jepang ke Indonesia
Ø
Jepang mendukung gerakan anti-Belanda yang
membakar semangat nasionalisme bangsa Indonesia.
Ø
Jepang membolehkan Bahasa Indonesia sebagai
bahasa komunikasi nasional.
Ø
Jepang menginisiasi pembentukan strata
masyarakat hingga paling bawah yaitu RT (Rukun Tetangga), atau yang dalam
bahasa Jepang disebut tonarigumi.
Ø
Jepang mendekati pemimpin nasional Ir.
Soekarno untuk memobilisasi dukungan rakyat Indonesia.
Ø
Jepang ikut menggugah rakyat membentuk BPUPKI
dan PPKI sebagai Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Ø
Jepang juga menginisiasi pendirian koperasi
dan sekolah untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Ø
Budaya Jepang yang disiplin diperkenalkan
dalam kegiatan upacara bendera di sekolah.
Ø
Tentara Jepang bersedia melatih dan
mempersenjatai pemuda Indonesia, awalnya untuk kepentingan Jepang, tapi
akhirnya dipergunakan pemuda bangsa ini untuk melawan Jepang sendiri.
·
Dampak Negatif Kedatangan Jepang Ke Indonesia
Ø
Selain dampak positif, kedatangan Jepang juga
membawa kerugian besar bagi Indonesia, antara lain:
Ø
Jepang menguasai daerah strategis yang
dianggap penting. Sehingga Jepang melakukan kesewenang-wenangan kepada rakyat.
Ø
Banyak rakyat Indonesia yang mengalami siksaan
fisik, penahanan tanpa alasan, perbudakan seks hingga hukuman mati.
Ø
Jepang menerapkan sistem kerja paksa Romusha.
Sistem ini sangat tidak manusiawi dan menyebabkan banyak korban meninggal
dunia.
Ø
Jepang menyebabkan rakyat menderita kelaparan,
karena perampasan hasil bumi dan sumber pangan rakyat.
Ø
Suara rakyat dibungkam, pers dibatasi sehingga
tidak ada yang berani mengungkap kejahatan Jepang.
Ø
Terjadinya kekacauan situasi dan kondisi
keamanan yang parah, seperti maraknya perampokan, pemerkosaan dan kejahatan
lain di tengah masyarakat.
Ø
Standar pendidikan Indonesia menurun drastis,
akibat Jepang mempekerjakan guru-guru pribumi sebagai pejabat yang mudah
diperalat.
·
Perlawanan Rakyat Pada Masa Pendudukan Jepang
Pada sejarah Jepang masuk Indonesia, negeri kita ini menjadi
tujuan ekspansi pemenuhan SDA untuk Jepang.
Akibatnya banyaknya dampak negatif yang merugikan, rakyat
Indonesia akhirnya menyusun perlawanan besar-besaran kepada Jepang. Perlawanan
rakyat ini terjadi secara masif di berbagai daerah seperti Indramayu,
Singaparna, Tasikmalaya, Aceh, Papua, Blitar, Cilacap hingga Kalimantan.
Perlawanan rakyat nggak cuma dilakukan secara fisik, gerakan bawah
tanah pun dilancarkan untuk memperoleh informasi dengan menyusup ke basis
pertahanan Jepang di Indonesia. Singkat
cerita, di masa itu Jepang juga digempur habis-habisan oleh Amerika Serikat dan
sekutunya, puncaknya pada peristiwa bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki. Amerika
Serikat pada saat itu juga sedang berperang melawan Jerman dalam peristiwa
Perang Pasifik.
Perang tersebut juga berpengaruh pada gerakan kemerdekaan
negara-negara di Asia Timur, termasuk Indonesia. Pada akhirnya Jepang menyerah
pada tanggal 15 Agustus 1945 yang menandai berakhirnya Perang Dunia ke-2.
9. Materi perjuangan pergerakan Kemerdekaan
Muhammadiyah
Dibentuk di Yogyakarta (18.11.1912) oleh K.H. Ahmad Dahlan.
Tujuan: untuk menegakkan & menjunjung tinggi agama Islam
sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenarnya.
Untukmeningkatkan pendidikan pemuda Muhammadiyah,
kemudian didirikan Hizbul Waton. Sementara untuk meningkatkan pendidikan dan
kecakapan khusus perempuan Muhammadiyah, kemudian dibentuk Aisiyah
Nahdlatul Ulama (NU)
Dibentuk pada tanggal 31.1.1926 di Surabaya, Jawa Timur oleh K.H. Hasyim
Asy’ari (pemimpin Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang Jawa Timur). Tujuannya
adalah menegakkan syariat
Islam
Persatuan Muslimin Indonesia (Permi)
Merupakan organisasi hasil peleburan dari Sumatera Thawalib. Setelah
konggres di Bukittinggi, pada tanggal 22.5.1930, Sumatera Thawalib diubah
namanya menjadi Persatuan Muslimin Indonesia (Permi), diketuai oleh Mukhtar
Luthfi. Pada awal berdirinya Permi hanya bergerak di bidang sosial, tetapi
sejak tahun 1932 berubah
menjadi partai politik yang radikal. Tujuan: mencapai kemerdekaan
Indonesia. Karena radikal, tanggal 11 Oktober 1937Permi dibubarkan
·
Organisasi pergerakan yang bersifat sosial-ekonomi-politik
Boedi Oetomo
Dibentuk tahun 1908, oleh Wahidin Soediro Husodo,Raden Soetomo
& Raden Goenawan Mangoenkusumo (mahasiswa kedokteran STOVIA di Batavia).
Tujuan utamanya adalah
kemajuan bagi Hindia (Indonesia).
Tahun 1935, Boedi Oetomo fusi dengan PBI membentuk
Parindra (Partai Indonesia Raya)
Kegiatan perkumpulan Boedi Oetomo
Sarekat Islam
Sarekat Islam berawal dari Sarekat Dagang Islam yang dibentuk oleh
Tirtoadisurjo (1909) di Batavia. Tahun 1911 di Solo juga dibentuk SDI oleh H.
Samanhudi. 1912 SDI diubah namanya menjadi Sarekat Islam (SI) dipimpin oleh H.
Oemar Said Tjokroaminoto Sejak masuknya pengaruh sosialis-komunis pada cabang
SI Semarang yang dibawa oleh Semaun & Darsono, tahun 1917 SI megalami
perpecahan. Dalam tubuh SI muncul 2 golongan utama: SI Putih (SI yang tetap berlandaskan
Islam yang dimotori oleh Cokroaminoto, Abdul Moeis & Agus Salim) dan SI
Merah (SI yang telah terpengaruh ideologi komunis, yang dimotori Semaun & Darsono)
1923 SI menjadi organisasi politik murni. Ditandaidengan perubahan
nama SI menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) Tahun 1927 PSI diubah lagi menjadi
Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Tujuannya adalah mencapai kemerdekaan
Indonesia berdasarkan Islam
Indische Partij
Dibentuk pada 25.12.1912, oleh E.F.E. Douwes Dekker (Danudirdja
Setyabudi), Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) & Tjipto
Mangunkusumo. Tujuan: membangun patriotisme semua “Indiers” terhadap tanah air Sebagai
sarana menyalurkan propaganda & kritikan, IP menerbitkan majalah Het
Tijdschrift & De Express. Tokoh IP, Suwardi Suryaningrat pernah menulis Sebuah
risalah yang berjudul “Als ik een Nederlander was ....” (merupakan sindiran
tajam atas ketidakadilan Belanda)
Sepak terjang IP & pemimpin2nya yang kritis & radikal menyebabkan
Belanda bertindak tegas. IP
dibubarkan, ketiga pemimpin IP ditahan & diasingkan (ke
Belanda). beberapa anggota yang masih bertahan, kemudianmendirikan
Partai Insulinde Tjipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat
Perhimpunan Indonesia (PI /Indonesische Vereeniging)
Sebelum bernama Perhimpunan Indonesia, organisasi ini bernama
Indische Vereeniging yang dibentuk pada tahun 1908 di negeri Belanda.
Didirikanoleh orang2 Indonesia yang berada di negeri Belanda, seperti Sutan Kasayangan
& R.N. Noto Suroto. Tujuan awalIndische Vereeniging adalah untuk memajukan kepentingan
bersama orang-orang Indonesia di Belanda
Tahun 1922, nama Indische Vereeniging diganti Indonesische Vereeniging
atau Perhimpunan Indonesia. Anggaran dasar PI menyebutkan PI sebagai organisasi
politik Sebagai sarana menyalurkan propaganda & kritikan, PI menerbitkan
majalah “Indonesia Merdeka”. Sebelumnya “Hindia Putra” PI menekankan pada
nasionalisme, demokratisme, internasionalisme, non-kooperatif & anti kolonialisme.
PI banyak menjalin kerjasama dengan organisasi
pergerakan nasional lain di dunia seperti Liga Penentang mperialisme
& Penindasan Kolonial, Komintern Ex. Dalam konggres ke-6 Liga Demokrasi Internasional
untuk Perdamaian di Paris (Agustus 1926), tokoh PI, Moh. Hatta menyatakan
tuntutan untuk kemerdekaan Indonesia. Para pemimpin Perhimpunani ndonesia
Partai Komunis Indonesia
Komunisme di Indonesia dimulai sejak kedatangan tokoh partai buruh
sosial demokrat (Social Democratische Arbeiderspartij) Belanda, H.J.F.M.
Sneevliet,sebelum PD I Tanggal 9.5.1914, Sneevliet bersama tokoh
sosialislainnya (J.A. Brandsteder, H.W. Dekker & P. Bergsma kemudian mendirikan
Indische Social Democratische Vereniging (ISDV) Pada konggres ISDV ke-7
(20.5.1920) nama ISDV
Diubah menjadi Partai Komunis Hindia Desember 1920 nama Partai
Komunis Hindi diganti lagi
menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI), dengan ketuanya adalah
Semaun, wakil ketua Darsono dan Bergsma sebagai sekretaris Setelah konggres
tahun 1924, PKI semakin kuat. PKI mulai membentuk organisasi pemuda yang diberi
nama “Barisan Muda”. PKI juga membentuk barisan wanita. Hingga 1926 PKI adalah
partai dengan jumla massa terbesar. Pada 13 November 1926, PKI melakukan pemberontakan
di Jakarta, yang diikuti daera lain Pemberontakan berhasil ditumpas Belanda.
PKI dibubarkan & dinyatakan sebagai organisasiterlarang. Ribuan orang PKI
meninggal, puluhan ribu
lainnya ditangkap, dipenjara & ada yang kemudia dibuang ke daerah
terpencil seperti Digul & Tanah Merah di pedalaman Irian Jaya Anggota PKI
yang masih bebas kemudian menyalurkan aspirasi dan aktivitasnya dalam
organisasi
Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia)
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Cikal bakal PNI adalah Algemene Studie Club yang dibentuk di
Bandung oleh Ir. Soekarno (1925).
Pada tanggal 4.7.1927 Algemene Studie Club diuba menjadi
Perserikatan
Nasional Indonesia (PNI)
Tujuan PNI: bekerja untuk kemerdekaan Indonesia. Asas perjuangan
organisasi adalah “percaya
Dengan kemampuan sendiri” (memperbaiki keadaan politik, ekonomi
dan sosial dengan kekuatan sendiri)
Tanggal 17-18 Desember 1927
di Bandung PNI membentuk federasi dengan Partai Sarekat Islam, Boed Oetomo,
Pasundan, Soematranenbond, Kaum Betawi, Indonesische Studie Club. Federasi itu
diberi
Nama Perhimpunan Perhimpunan Politik Kebangsaan
Indonesia (PPPKI)
Sikap radikal PNI berdampak pada penangkapan Atas pemimpin PNI.
Akibatnya PNI menjadi melemah. Pada konggres luar biasa PNI di Jakarta
diputuskan
Bahwa terhitung sejak tanggal 25.4.1931 PNI dibubarkan Beberapa
eks-anggota PNI mendirikan organisasi baru, seperti Partindo (Partai Indonesia)
oleh Mr. Sartono. Mohammad Hatta & Sutan Sjahrir mendirikan Pendidikan
Nasional Indonesia
Partindo (Partai Indonesia)
Dibentuk 1931 oleh Mr. Sartono. Tujuan: mencapaiIndonesia Merdeka.
Bergerak di bidang politik,sosial & ekonomi dengan tidak bersedia
kerjasamadengan Belanda. Partindo makin radikal sejakbergabungnya kembali Ir.
Soekarno. PemerintahBelanda mulai melakukan kebijakan garis kerasnyadengan
memperketat pengawasan, larangamelakukan sidang nasional, serta larangan
bagipegawai negeri menjadi anggota Partindo. Tahun1934, Ir. Soekarno ditangkap
Belanda &dibuang keEnde, Flores. Tahun 1937 dipindah ke Bengkulu.Tahun 1937
Partindo dibubarkan
Partai Indonesia Raya (Parindra)
Merupakan fusi dari Budi Utomo, Persatuan Bangs
Indonesia (PBI), Sarekat Madura, Sarekat Celebes, Kaum Betawi pada
tahun 1935 di Surakarta (ketua:dr. Sutomo, tokoh lain: M. Husni
Thamrin,Wuryaningrat, & Sukardjo Wiryopranoto)
Tujuan: mencapai Indonesia Raya. Sifat
perjuangan:moderat
Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Setelah Partindo dibubarkan para pemimpinnyakemudian mendirikan
organisasi baru yang diberi
nama Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). Dibentukpada 24.5.1937
oleh Mr. Sartono, Mr. MuhammadYamin, Mr. Amir Syarifudin, Wilopo, A. K. Gani.
Tujuan: mencapai pemerintahan Indonesia yangberdasarkan
kemerdekaan politik, ekonomi, & sosial.Strategi perjuangan kooperatif
Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
Merupakan federasi beberapa partai politik(PSII,Gerindo, PII,
Pasundan, Persatuan Minahasa,PartaiKhatolik). Dibentuk pada 21.5.1939. Sebagai
ketua:M. Husni Thamrin.
Tujuan:
Indonesiaberparlemen.
Asas: Hak untuk menentukan nasib sendiri,persatuan nasional
seluruh bangsa Indonesia berdasarkan kerakyatan, dan persatuan
aksiseluruhpergerakan Indonesia
Pada Agustus 1940 GAPI mengeluarkan resolusi yang diantaranya
berisi tuntutan untuk
menggantiVolksraad dengan parlemen yang sejati (yaitu parlemen
yang anggotanya dipilih oleh
rakyat) Atas persetujuan Belanda, pada tanggal 14.9.1940 dibentuk
Commissie tot bestudeering van
staatsrechtelijke hervormingen (komisi untuk menyelidiki &
mempelajari perubahan ketatanegaraan). Lebih dikenal dengan Komisi Visman
(karena
diketuai Dr. F.H. Visman). Karena tidak mendapat dukungan dari berbagai
organisasi pergerakan, komisi mengalami kegagalan
Organisasi pergerakan kepemudaan
Tri Koro Dharmo dan Jong Java
(Tri Koro Dharmo: tiga tujuan mulia, yaitu sakti, Budhi &
bakti). Dibentuk pada 7.3.1915 di Jakarta oleh Dr. R. Satiman Wiryosandjoyo,
Kadarman & Sunardi dll. Awalnya keanggotaannya dibatasi untuk anak2 sekolah
menengah Jawa & Madura Tujuan: mencapai Jawa raya dengan jalan memperkokoh
rasa persatuan antar pemuda Jawa, Sunda & Madura Pada Konggres Tri Koro
Dharmo di Solo
(12.6.1918), nama Tri Koro Dharmo diubah menjadi Jong
Java. Tujuan: mendidik para anggotanya untuk mampu memberikan
tenaga & pemikirannya guna
pembangunan Jawa raya dengan jalan mempererat persatuan, menambah
pegetahuan anggota,
serta berupaya menimbulkan rasa cinta budaya sendiri Setelah 1924
terjadi perpecahan dalam organisasi (antara kelompok yang tetap mempertahankan Jong
Java sebagai organisasi non-politik denga kelompok yang mengendaki perubahan).
Yang menghendaki perubahan kemudian keluar dari Jong Java & membentuk Jong
Islamieten Bond, (dipimpi Agus Salim)
Jong Sumatranen Bond
(Dibentuk pada 9.12. 1917. Tokoh: Moh. Hatta & M.Yamin)
Jong Minahasa (Didirikan
pada tanggal 25.4.1919 oleh Ratu Langie)
Jong Ambon
(Didirikan pada 1918. Tujuan: mempererat persatuan organisasi2
pemuda Ambon, dengan fokus
kegiatannya adalah di bidang politik
Jong Celebes (Sulawesi)
(Didirikan pada 25.4.1919. Tujuan: mempererat persatuan dan
kesatuan para pemuda Sulawesi)
Jong Islamieten Bond
(Dibentuk pada 1.1.1925 oleh Syamsurizal (mantanketua Jong Java).
Tujuan: mempererat persatuan &kesatuan para pemuda Islam serta memajukan
ajaran agama Islam)
Organisasi pergerakan wanita
Antara lain:
1. Putri Mardika (1912),
2.Kautaman Istri,
3. Kartini Fonds,
4.Keradjinan Amai Setia,
Aisiyah dan sebagainya.
Organisasi yang Kooperatif :
1. parindra
2. gerindo,
3. boedi utomo,
4. jong java
Non Kooperatif:
1. SI,
2.PI
3.PNI,
4. PKI
5.PARTINDO
6.PSI
