PERADABAN ISLAM DI NUSANTARA


 

4. Materi peradaban Islam di Nusantara

Teori-teori:

1. Teori India/Gujarat

     Teori ini diperkuat dengan adanya batu nisan Sultan Malik Al Saleh (pendiri Kerajaan Samudra Pasai) karena mirip dengan batu nisan di Gujarat

2. Teori Arab

     Bukti yang memperkuat adalah naskah kuno dari Cina yang menyebutkan bahwa sekelompok bangsa Arab telah bermukim di kawasan Pantai Barat Sumatera pada 625 M. Di kawasan yang pernah dikuasai Kerajaan Sriwijaya itu juga ditemukan nisan kuno bertuliskan nama Syekh Rukunuddin, wafat tahun 672 M.

3. Teori Persia

    Buktinya adalah seni kaligrafi yang terpahat pada batu-batu nisan bercorak Islam di Nusantara. Ada pula budaya Tabot di Bengkulu dan Tabuik di Sumatera Barat yang serupa dengan ritual di Persia setiap tanggal 10 Muharam.

 

4. Teori Cina
Jean A. Berlie (2004) dalam buku Islam in China menyebut relasi pertama antara orang-orang Islam dari Arab dengan bangsa Cina terjadi pada 713 M. Diyakini bahwa Islam memasuki Nusantara bersamaan migrasi orang-orang Cina ke Asia Tenggara. Mereka dan memasuki wilayah Sumatera bagian selatan Palembang pada 879 atau abad ke-9 M.

 

Kerajaan kerajaan:

1. Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kerajaan Samudera Pasai. Kerajaan ini berada di Kabupaten Lhokseumawe, Aceh Utara dan berdiri sejak tahun 1267- 1521.

Sultan Malik Al-Saleh menjadi pendiri sekaligus raja pertama Samudera Pasai yang kerajaan Islam tertua di Indonesia.

2. Kerajaan Demak

Selain di Aceh, kerajaan Islam muncul di Demak, Jawa Tengah. Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Fatah pada 1478.

Kerajaan Demak memberikan peran besar dalam peradaban Islam di Jawa. Selama berdiri, Kerajaan Demak dipimpin oleh 5 raja yakni: Raden Fatah, Pati Unus, Sultan Trenggono, Sunan Prawata dan Arya Penangsang.

 

3. Kerajaan Aceh Darussalam

Kerajaan ini didirikan di Banda Aceh pada 1496. Pemimpin pertama Kerajaan Aceh Darussalam yakni Sultan Ali Mughayat Syah.

Kerajaan Aceh Darusalam vokal menunjukkan perlawanan terhadap imperialisme Eropa. Sementara ketika berjaya, kerajaan Islam ini juga dikenal menjadi pengasil lada terbesar.

4. Kerajaan Islam Banjar

Raden Samudra mendirikan kerajaan Islam bertama di Kalimantan bernama Kerajaan Banjar pada 1520. Setelah wafat, tahta Raden Samudra digantikan oleh Sultan Rahmatullah.

5. Kerajaan Mataram Islam

Jejak peradaban Islam juga ditemukan di Kota Yogyakarta dengan kemunculan Kerajaan Mataram. Kerajaan tersebut berdiri sejak 1582 di Kotagede.

Tercatat, ada 6 raja yang pernah memimpin Kerajaan Mataram. Salah satunya Raden Mas Rangsang (Sultan Agung) yang berhasil membawa Kerajaan Mataram di puncak kejayaan.

6. Kerajaan Pajang

Kerajaan Pajang merupakan penerus dari Kerajaan Demak. Kerajaan ini didirikan oleh Jaka Tingkir pada tahun 1568 di Kelurahan Pajang, Kota Surakarta.

Kerajaan Pajang berkuasa dalam waktu cukup singkat dari 1548-1586.

 

7. Kerajaan Cirebon

Raden Fatahillah mendirikan Kerajaan Cirebon pada 1522. Kerajaan itu mencapai puncak kejayaan semasa kepemimpinannya.

Kemudian setelah wafat, tahta Raden Fatahillah berganti kepada putranya, Pangeran Pasarean.

 

8. Kerajaan Maluku

Kerajaan Maluku atau yang dibiasa disebut Kesultana Ternate pertama kali berdiri pada 1257.

Kerajaan tersebut didirikan oleh Baab Mashur Malamo yang memiliki peran besar di kawasan timur Indonesia.

 

9. Kerajaan Gowa

Kerajaan Gowa berdiri sejak tahun 1300-1946. Raja pertama kerajaan Islam ini adalah Sultan Hasanuddin.

Sementara raja terakhir Kerajaan Giwa adalah Sultan Muhamamd Abdul Kadir Aiduddin.

 

10. Kerajaan Buton

Kerajaan Buton berada di Sulawesi Tenggara. Kerajaan ini resmi menjadi kerajaan Islam pada masa pemerintahan Sultan Murhum Kaimudin Khalifatul Khamis atau Raja Buton ke-6.

Previous Post Next Post